Archive | pelayanan RSS for this section

Ijin Kabid Informasi dan Publikasi KemDikNas terkait Aplikasi KBBI Reference

Terkait informasi release Aplikasi KBBI Reference Android App yang diposting awal November lalu, penulis sempat mengirim email kepada Kementrian Pendidikan Nasional Indonesia (badan.bahasa[at]kemdiknas.go.id) terkait ijin penggunaan API Aplikasi KBBI Daring (Dalam Jaring) mereka.

Pada dasarnya, email ini dikirim penulis dengan maksud untuk mendapatkan ijin formal mengenai penggunaan logic KBBI pada situs Kemdiknas. Sebagai developer aplikasi yang baik, tentu tidak etis jika kita menggunakan fasilitas buatan pihak lain tanpa ijin. Mereka tentu sudah mengeluarkan effort¬†yang cukup besar (dana, SDM, dkk) untuk menghadirkan KBBI daring tersebut. Pastinya mereka akan senang jika hasil usaha tersebut dapat berguna dan dimaksimalkan kegunaannya oleh banyak pihak. Disini penulis berusaha untuk menghadirkan aplikasi KBBI kepada audiens yang lebih luas, pengguna layanan Mobile Android. Selain itu, tentu penulis “sedikit berharap” agar dapat menjalin kerjasama yang lebih membangun dengan pihak Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia ūüôā

nb: aplikasi dapat diunduh pada https://market.android.com/details?id=net.antonrifco.kbbi . Penulis membuka peluang bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam mengembangkan fitur-fitur aplikasi. Mohon kontak via email.

Berikut isi pembicaraan dengan  Kabid Informasi dan Publikasi Dra. Wahyu Trihartati, M.Pd.

—–

—– Original Message —–
From: “Anton Rifco” <email>
To: “badan bahasa” <badan.bahasa@kemdiknas.go.id>
Sent: Wednesday, November 9, 2011 10:43:14 PM
Subject: Informasi Publishing Aplikasi Gratis Android KBBI dalam jaringan (daring)

Dengan hormat,

Melalui email ini saya ingin memberitahu dan meminta ijin resmi dari Kemdiknas mengenai dirilisnya aplikasi Android KBBI online atau dalam jaringan (daring).
Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui pranala https://market.android.com/details?id=net.antonrifco.kbbi

Sebagai informasi, saya mendevelop aplikasi Android ini dengan tujuan agar pengguna layanan mobile Indonesia dan Asing dapat dengan mudah mengakses Kamus KBBI Daring ciptaan Kemdiknas Indonesia. Aplikasi tersebut dirilis secara gratis, dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berkontribusi untuk melalui pengayaan fitur.

Sekian pemberitahuan dari saya. Harap maklum.

Terima kasih.

—————————————————————–

Balasan:

On Nov 24, 2011 10:02 PM, “Badan Bahasa” <badan.bahasa@kemdiknas.go.id> wrote:

Yth. Saudara Anton R Susilo

Surat Saudara telah kami terima. Berikut jawaban kami atas pertanyaan Saudara.

Pada dasarnya, semua konten yang kami tampilkan dalam Laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bertujuan memberi layanan kepada masyarakat. Untuk itu, kami tidak berkeberatan bahwa Saudara telah membuat aplikasi KBBI android untuk kepentingan yang bersifat nonkomersial. Namun, apabila Saudara memperdagangkannya untuk memperoleh keuntungan, penentuan harga harus seizin Badan Bahasa.

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Kabid Informasi dan Publikasi,

Dra. Wahyu Trihartati, M.Pd.

————————————————————

Balasan:

2011/11/24 Anton Rifco
Dengan hormat,

Terima kasih atas perhatian dan ijin Kemdiknas.

Saat ini aplikasi tersebut bisa didownload secara gratis, melalui Android Market http://market.android.com/details?id=net.antonrifco.kbbi
dan bersifat Open Source.

Sebagai informasi, saat ini aplikasi masih diusahakan untuk terus dikembangkan, agar bisa diintegrasikan dengan fungsi lainnya (translate, synonim, dkk).

Saran, kritik dan informasi dari Kemdiknas terkait ide pengembangan aplikasi akan sangat berharga bagi evolusi fungsi aplikasi.

Terima kasih

Advertisements

Uneg-uneg seputar Indosat M2

Ketika membaca artikel ini, mungkin anda sedang mencari bahan pertimbangan keputusan dalam berlangganan internet modem Im2. Di tempat lain, anda pasti menemukan banyak makian dan ketidakpuasan atas Im2. Tapi di sini malah saya akan menyampaikan hal yang sebaliknya. Pernyataan kesalutan saya atas layanan yang diberikan Im2

Beberapa mentor saya mengatakan bahwa kita harus menilai suatu pihak dengan adil, perhitungkan semua kebaikan dan keburukannya. Tapi sayangnya, kebanyakan teman-teman saya di sini hanya sibuk mengorek-orek keburukan pihak lain, dan ketika kebaikan yang ditemukannya, biasanya ia sembunyikan. Di sini saya akan berusaha menyampaikan uneg-uneg saya secara proporsial.

Saya mulai berlangganan Im2 mulai bulan Desember tahun kemaren. Waktu itu, saya mendapatkan akses internet dari kampus saja. Sebagai informasi, di kampus saya ini akses internet tidak dibatasi. Dengan kecepatan tinggi (bandwidth total yang dimiliki kampus saya ini merupakan yang terbesar di seluruh penjuru negara ini) yang didapat dari kerja-sama Indonesia Jepang melalui program ai3, umumnya kami para mahasiswa dapa mengakses internet dalam satu kali klik, maksudnya ketika tombol enter ditekan saat itu pula halaman internet ditampilkan, hehe. Sampai tahun ketiga di perkuliahan, akses internet saya masih terbatas siang hari di kampus. Namun, di tahun terakhir saya kuliah ini, ketika aktivitas perkuliahan sudah menurun, saya merasa membutuhkan internet lebih dari sebelumnya. Kira-kira, aktivitas saya pada umumnya seputar pada membaca berita terbaru dari http://detiknews.com, membaca mailing-list, mencari kode program untuk panduan mengerjakan tugas dari http://sf.net atau http://phpclasses.org, dan lain-lain lah. Untuk itu, saya memilih fasilitas internet dari provider yang bisa memberikan akses internet yang tinggi dan dengan mobilitas tinggi, Im2 lah yang saya pilih.

Di bulan pertama langganan, saya mengalami kerusakan pada modem (mungkin gara-gara pemakaian yang terlalu lama, saya memakainya 12 jam dalam sehari). Ketika saya melakukan komplain dan menuntut perbaikan, ternyata modem saya diganti dengan yang baru. Proses pergantian modem ini berlangsung sangat cepat, tidak perlu tetek bengek surat2 ataupun pengecekan. Seketika itu pula modem saya diganti dengan yang baru. Wah, sangat bertanggung jawab sekali ni (dalam hati saya). Setelah itu saya mendapatkan akses internet seperti sedia kala.

Kerusakan kembali terjadi di bulan ketiga pemakaian. Saya pun menuntut penukaran kembali, dan juga masih diganti dengan modem baru. Kemudian setelah itu, saya sempat mengalami gangguan pada modem, dan berusaha menanyakanya ada customer service-nya. Di sini, email saya dibalas langsung keesokan harinya. Karena merasa puas dan percaya dengan pelayanannya, saya pun dengan besar hati menyampaikannya kepada customer service Im2 melalui emailnya. Beberapa hari kemudian pernyataan puas saya dibalas dengan ucapan terima kasih dan pemberitahuan mengenai program IM2 yang saya ambil bahwa terdapat pertambahan quota bulanan dari 1,2 Giga menjadi 1,5 Giga. Dari situ saya makin percaya akan kualitas layanan yang diberikan oleh IM2. Terima kasih IM2

Begini nih harusnya kelakuan penyedia layanan !!!