Archive | Novel RSS for this section

Novel : The Catcher in the Rye

Pernah denger nama “The Catcher in the Rye” ?

You’re so good if you do it.

Ya, The Catcher in the Rye adalah sebuah novel karangan J.D Salinger pada tahun 1951 dan termasuk 100 novel terbaik sejak tahun 1923 sampai sekarang (versi majalah Times)

catcher in the rye

Menceritakan mengenai kisah kehidupan membosankan versi bocah belasan tahun Holden Caufield.
Awal kisahnya saja sudah mendeskripsikan adegan bagaimana si bocah Caufield ini dikeluarkan dari sekolahnya, Pencey. Dia dikeluarkan bukan karena dia bodoh, ataupun tidak bisa mengikuti kuliah2 yang diberikan di Pencey. Tetapi lebih dikarenakan dia sudah muak dengan kuliah-kuliahnya, teman-teman, guru – guru yang mengajar, dan bahkan ia sudah muak dengan dunia tempatnya berada, sehingga jika dia tidak dikeluarkan pun, dia bakal melakukannya sendiri (mengeluarkan diri maksudku :)). Sebenarnya ini bukan kali pertama si bocah dikeluarkan dari sekolahnya, bahkan yang keempat.

Di Novel ini, pengarang Salinger menggunakan sudut pandang orang pertama dalam penceritaannya, yang berarti cerita mengalir berdasarkan narasi subyektif Holden. Untuk memantapkan kesan kelamnya, J.D menambahkan unsur-unsur kekerasan, alkohol, dan seks bebas. Hal ini menimbulkan banyak kecaman dan protes atas dirilisnya novel ini. Memang banyak kontroversi di dalam buku ini. Bahkan saking kelamnya, cerita pada novel ini diduga yang mengilhami tindakan Mark David Chapman (salah seorang fans John Lenon) untuk membunuh idolanya itu. Dugaan ini diambil karena David Chapman sedang memeluk erat The Catcher in the Rye ketika ia ditangkap beberapa saat setelah kejadian pembunuhan. Banyak pembunuh-pembunuh lain yang terilhami kisah kelam pada novel ini. Anda berminat menjadi orang selanjutnya ? 🙂

Sebenernya, saya menangkap bahwa novel ini menceritakan mengenai bagaimana si Caufield ini membentuk sebuah dunia imajinasinya yang sempurna (setidaknya menurut dia). Dunia dimana tidak ada orang yang munafik (orang yang biasanya berlaku ramah tamah kepada tuan-tuan yang terhormat, selebritis, serta orang terkenal lainnya, dan sebaliknya, mengacuhkan pada meraka yang nobody), tidak ada kegiatan ramah tamah yang mengekang, tidak ada temanmu yang selalu berusaha mengakali teman wanita masa kecilmu yang selalu bermain dam-daman bersama, dan lebih jauh lagi, tidak ada mata kuliah sejarah (ia, si Caufield ini, sangat benci sejarah). Tetapi ia melihat bahwa dunia sebenarnya tidak seperti yang ia bayangkan, maka ia berusaha dengan segala cara untuk dapat lari darinya.

Di Indonesia sendiri, novel ini diterbitkan edisi kedua pada tahun 2007 oleh Banana Publisher. Rekomendasi saya, jangan membaca yang versi ini, translationnya payah 😦 . Pertama kali saya membacanya pada awal tahun 2006 lewat ebooknya (The Catcher in the Rye), yang saya tahu paten terakhirnya dibuat tahun 1970-an, jadi seharusnya masa patennya sudah habis. Hal itu berarti status ebook ini bukan barang bajakan lagi 🙂 . Tetapi, walaupun begitu, saya baru menamatkannya beberapa hari yang lalu melalui terbitan Indonesianya. Saya tidak tahan berlama-lama membaca ebook di komputer 🙂