Archive | October 2007

Seminggu yang manis sekaligus melelahkan

Seminggu terakhir ini merupakan waktu yang sangat “sakit” buat gua.

Banyak UTS ama kerjaan laen, di saat mood sedang ingin bermain dan bermain games PC, terutama Warcraft dotA . Memang sih ujiannya (UTS) yang gua hadapi gak terlalu sulit dan ribet, hanya saja tekanan yang dikandung dalam esensi ujian itu sendiri yang membuat gua pusing dan kadang-kadang sampe sulit untuk tidur.

Kok bisa manis?

Nah, kalo yang belum sempet gua ceritain.

Ceritanya begini, sepulang dari mudik Cirebon kemaren2, gua dibawain oleh-oleh ama orangtua di sana banyak sekali, diantaranya ialah satu plastik besar mangga gincu (mungkin sekilo lebih deh).

Dan semuanya udah mateng. Masalahnya, di kosan ini, anak-anak yang laen gak ada yang doyan makan mangga, udah gw tawarin tetep aja pada gak mau. Mungkin mereka males untuk “ngoncek” kulitnya sih.

Nah, karena gw gak mau kalo mangga2 ini sampe jadi bosok, akhirnya gw buat suatu kebijakan internal (cieee…). Di tiap malem-malem ganjil, gw makan 2 buah mangga sekaligus. Hahahahaha……

Tujuannya, ya gak lain dan gak bukan, supaya mereka cepat habis dan gak jadi busuk.

Akhirnya setelah beberap malam belajar UTS ditemani makan mangga, akhirnya mereka mulai perlahan-lahan menghilang dari kamar gw dan masuk ke kamar mandi (menjadi produk limbah perut gw, haha..)

Mangga

mangga2

MAU?

Advertisements

What can a Coder do with binaries

WARNING : This posting contains some offensive and sexual material. You’d better not read this articles 😀

Sometimes, you may think that a coder is a geek, nerd, and even bored. What they always do is just sitting in front of PC doing crazy stuff, like code thousand lines of nothing or what.

Yeah, perhaps they created a nice stuff once in their lifetime, like that GTA game that we always play in the noon with some bored friends of us.

But, I’m pretty sure you are not quite understand with what they can really do in the dawn time (yeah, most of this freaks still wake-up until a least 5 am 🙂 ).

They can make a very….very…very nice stuff with this fuckin’ binaries. They can generate so many things, they can hack so many systems, and even they really can shocked you up by stealing money from your credit card. But I’m pretty sure that you will not enjoy this kind of topic. So, I will only serve a simple and nice descriptive ’bout what things they can do with those binaries.

Like this

binary

(the pic above is purely binaries, just click to enlarge if you not believe)

nice?

Looking for more?

Ok. I’ve uploaded this “what coders can do” things on site.

http://www.geocities.com/claudio_antonrifco/01Art-01.html

They are pure HTML, and so pure binaries 1-0.

You can copy and paste em to word processor and embed ’em to your homework for ‘A’ (only if your lecturer is a man), or ‘F’ (if it is woman)

cheers

🙂

nb : dont blame me if you are offended. I’ve told you 🙂 

Novel : The Catcher in the Rye

Pernah denger nama “The Catcher in the Rye” ?

You’re so good if you do it.

Ya, The Catcher in the Rye adalah sebuah novel karangan J.D Salinger pada tahun 1951 dan termasuk 100 novel terbaik sejak tahun 1923 sampai sekarang (versi majalah Times)

catcher in the rye

Menceritakan mengenai kisah kehidupan membosankan versi bocah belasan tahun Holden Caufield.
Awal kisahnya saja sudah mendeskripsikan adegan bagaimana si bocah Caufield ini dikeluarkan dari sekolahnya, Pencey. Dia dikeluarkan bukan karena dia bodoh, ataupun tidak bisa mengikuti kuliah2 yang diberikan di Pencey. Tetapi lebih dikarenakan dia sudah muak dengan kuliah-kuliahnya, teman-teman, guru – guru yang mengajar, dan bahkan ia sudah muak dengan dunia tempatnya berada, sehingga jika dia tidak dikeluarkan pun, dia bakal melakukannya sendiri (mengeluarkan diri maksudku :)). Sebenarnya ini bukan kali pertama si bocah dikeluarkan dari sekolahnya, bahkan yang keempat.

Di Novel ini, pengarang Salinger menggunakan sudut pandang orang pertama dalam penceritaannya, yang berarti cerita mengalir berdasarkan narasi subyektif Holden. Untuk memantapkan kesan kelamnya, J.D menambahkan unsur-unsur kekerasan, alkohol, dan seks bebas. Hal ini menimbulkan banyak kecaman dan protes atas dirilisnya novel ini. Memang banyak kontroversi di dalam buku ini. Bahkan saking kelamnya, cerita pada novel ini diduga yang mengilhami tindakan Mark David Chapman (salah seorang fans John Lenon) untuk membunuh idolanya itu. Dugaan ini diambil karena David Chapman sedang memeluk erat The Catcher in the Rye ketika ia ditangkap beberapa saat setelah kejadian pembunuhan. Banyak pembunuh-pembunuh lain yang terilhami kisah kelam pada novel ini. Anda berminat menjadi orang selanjutnya ? 🙂

Sebenernya, saya menangkap bahwa novel ini menceritakan mengenai bagaimana si Caufield ini membentuk sebuah dunia imajinasinya yang sempurna (setidaknya menurut dia). Dunia dimana tidak ada orang yang munafik (orang yang biasanya berlaku ramah tamah kepada tuan-tuan yang terhormat, selebritis, serta orang terkenal lainnya, dan sebaliknya, mengacuhkan pada meraka yang nobody), tidak ada kegiatan ramah tamah yang mengekang, tidak ada temanmu yang selalu berusaha mengakali teman wanita masa kecilmu yang selalu bermain dam-daman bersama, dan lebih jauh lagi, tidak ada mata kuliah sejarah (ia, si Caufield ini, sangat benci sejarah). Tetapi ia melihat bahwa dunia sebenarnya tidak seperti yang ia bayangkan, maka ia berusaha dengan segala cara untuk dapat lari darinya.

Di Indonesia sendiri, novel ini diterbitkan edisi kedua pada tahun 2007 oleh Banana Publisher. Rekomendasi saya, jangan membaca yang versi ini, translationnya payah 😦 . Pertama kali saya membacanya pada awal tahun 2006 lewat ebooknya (The Catcher in the Rye), yang saya tahu paten terakhirnya dibuat tahun 1970-an, jadi seharusnya masa patennya sudah habis. Hal itu berarti status ebook ini bukan barang bajakan lagi 🙂 . Tetapi, walaupun begitu, saya baru menamatkannya beberapa hari yang lalu melalui terbitan Indonesianya. Saya tidak tahan berlama-lama membaca ebook di komputer 🙂