yang tersisa dari segelas kopi pahit

Ada yang tersisa dari segelas kopi pahit yang dengan nikmatnya kuseruput malam tadi.

sebuah kesempatan untuk belajar menjadi yang lebih baik. pelajaran bahwa hidup itu sekali-kalinya haruslah mengecewakan.

kopi itu aku minta agar dibuat sangat pekat. saking pekatnya sampai-sampai hitamnya meluruhkan warna putih keramik dari cangkir dan nampannya. aku ingin selalu mengingat bahwa hidup bisa sekalinya terlalu pekat hingga kau tidak menyadari bahwa selalu ada makna di baliknya. sebuah kafein yang tanpa kita sadari selalu membantu kita menjernihkan pikiran dari penatnya siang tadi.

juga kopi itu dibuat sangat panas sampai aku gemetar memegang sendok kecil yang seolah-olah tertanam pada kepekatan kopi. hingga aku bisa terus yakin bahwa akan selalu ada zat yang meluruskan kita pada jalan setapak yang tidak berbelok.

malam itu sangat gelap, dan kopi ini sangat pekat. apa yang bisa lebih buruk daripada itu.

dari semua sahabat, hanya ada dia yang bersedia menemaniku untuk menghabiskan kopi ini malam tadi di kedai itu. secangkir kopi yang kupesan sejak tahun lalu. aku memesannya sejak lama, dengan harapan agar aku mempunyai waktu yang cukup untuk membuat kebodohan baru yang perlu diceritakan kepadanya.

rupanya banyak hal yang telah aku lakukan setahun ini. tidak semuanya kuceritakan. bahkan dari semua cerita yang kusampaikan, semuanya belum pernah benar-benar kualami. kami hanya sepakat untuk menceritakan hal-hal bodoh yang mungkin kita jalani di masa nanti. tindakan nekat sempurna yang hanya akan kita lakukan dengan pertimbangan satu atau dua detik. sesuatu yang benar-benar menarik untuk diceritakan pada anak-anak kecil yang kelak memanggilku dengan sebutan kakek. bukan cerita picisan mengenai bagaimana seseorang berjuang untuk sekedar mencari kehidupan hari esok. karena pada dasarnya semua orang telah berjuang.

tidak terasa panjangnya cerita kita telah memberikan energi pada sang mentari untuk membebani semua orang dengan satu cerita lagi yang harus dijalani. kisah menyebalkan yang menuntut kita untuk menjalani proses menjadi individu yang lebih baik dari seseorang yang menyeruput kopi pahit tadi malam.

dari semuanya, ada satu hal yang pasti, ketika waktu berjalan tidak sesuai dengan harapan, akan selalu ada segelas kopi pahit yang menyimpan kehangatannya untuk menemani kita mengalir sejalan dengan kenyataan.

Tags: ,

About sisusilo

I was born after we celebrate youngman promise about their commitment to this country

5 responses to “yang tersisa dari segelas kopi pahit”

  1. 37degree says :

    jadi inget: segelas teh hangat, mari kita bicara
    (iklan teh)
    :p

    hai anton! apa kabarmu?

  2. anggriawan says :

    ky bukan tulisan seorang anton rifco.. mellow kali..😀😀

  3. 37degree says :

    alhamdulillah, baik jg
    meski sangat dingin pisan sekali d sini -____-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: