Perlawanan Memecah Keheningan

Cover : subcomandante
Judul Buku : Atas dan Bawah : Topeng dan Keheningan
Penulis : Subcomandante Marcos
Penerbit : Resist Book
Harga : Rp 35.000
Halaman : 1iii – 302 halaman (kertas CD impor)
Ukuran : 14 x 21 cm
ISBN : 979-3723-61-0
Cetakan-ke : I, Desember 2005
Resensi :  
Ia adalah Subcomandante Insurgente Marcos, dikenal sebagai Marcos atau Subcomandante saja. Itulah nama perangnya, diambil dari nama sahabat karibnya yang tewas dalam perang EZLN atau Zapatista Army of National Liberation ketika memberontak melawan pemerintahan boneka Meksiko. Tidak ada yang mengetahui nama aslinya semenjak ia diangkat menjadi perwakilan EZLN. Marcos merupakan seorang sosok yang dikenal selalu tampil dengan masker penutup wajah dan cangklong tembakaunya. Ia berjuang terutama melalui tulisannya yang mengguncang dunia mengenai perlawanannya terhadap neoliberalisme.

Secara rutin, Marcos selalu mempublikasikan esai-nya mengenai tingkah polah Amerika Serikat beserta senjata paham neoliberalismenya, bagaimana dunia ketiga dipermainkan melalui ketergantungan ekonomi, serta kebobrokan pemeritahan Meksiko. Buku ini berisi kumpulan catatan-catatan Marcos (seluruhnya dipilih dari buku Bayang Tak Berwajah, kecuali satu dari buku Kata adalah Senjata)

Membaca tulisannya, kita seperti sedang berhadapan dengan seorang ahli politik sekaligus mahir dalam bercerita, seorang filosofis yang pemberontak, serta ahli dalam membuat lawakan-lawakan yang segar. Ia sangat pandai dalam memainkan kata-katanya. Ia menuturkan gagasan politiknya mengenai Zapatista selayaknya seorang penyair muda bercerita mengenai tokoh karangannya. Politik, yang biasanya menjadi bahasan yang berat dan susah dicerna, diceritakan selayaknya kisah pengantar tidur. Mengalir dengan tutur kata yang indah sehingga membuat pembacanya merasa penasaran untuk membaca bagian selanjutnya.

Pada buku ini, penerbit kembali menyajikan kompilasi dari komunike politik Marcos yang ditulis dengan gaya bahasa memikat. Melalui tulisannya, Marcos mengupas kebobrokan dunia baru yang dibangun dengan landasan prinsip neo-liberalisme dan pasar bebas. Bahwa bagaimana prinsip tersebut hanya mengutamakan kaum pemilik modal, dan menghancurkan masa depan kaum pekerja dari dunia ketiga. Dengan pasar bebas, kita bebas untuk membeli barang di manapun, tetapi toko-tokonya sama dan merk-merk nya juga sama. Ia menggambarkan pasar bebas sebagai kebebasan awal palsu dalam tirani dagang, dimana penawaran bebas dan permintaan bebas terkoyak sudah dan digantikan dengan kepentingan pemilik modal.

Selain menyinggung ide besar, terkadang Marcos juga sering menyelipkan humor-humor yang menyegarkan. Kita bisa menyimaknya pada tulisan pertama di buku ini, “Atas dan Bawah: Topeng dan Keheningan”. Olok-oloknya terhadap kebobrokan pemerintah Meksiko, disisipinya dengan kutipan-kutipan dari Hamlet karya William Shakespeare dan dibumbui dengan banyolan tentang laporan militer. Bahkan, untuk membangun humor-humornya, ia sampai menciptakan tokoh imajinatif yang bernama Don Durito. Kita akan seringkali menemui tokoh ini dalam tulisannya.

Pada tulisan kedua “Tujuh Pertanyaan Kepada Siapa yang Berkenan”, Marcos mengajak kita untuk memahami akibat neoliberalisme di Meksiko, dengan cara yang sulit dibayangkan: melalui kutipan-kutipan dari kisah Don Quixote, melalui kisah bijak dari Indian tua bernama Antonio, untuk kemudian diakhiri dengan sindiran terhadap pemerintah dan militer Meksiko, yang dijamin membuat pembaca termenung lalu terbahak.

Pada tulisan ketiga “Periskop Terbalik”, Marcos mengajak pembacanya melihat “dunia bawah” yang sering luput dari perhatian “dunia atas”. Pembaca dipandu melalui kisah-kisah bijak dan lucu dari Pak Tua Antonio, dari kutipan-kutipan kalimat Umberto Eco, bahkan melalui pembicaraan Humpty Dumpty dengan Alice dari kisah Alice in the Wonderland!

Ada 10 tulisan dan tiga pidato serta wawancara yang dihimpun dalam buku ini. Dari karya-karyanya, kita bisa merasakan semangat yang juga dibawa pahlawan besar Amerika Latin, Ernesto “Che” Guevara. Semangat itu dirumuskan Marcos sebagai “sebuah semangat pembebasan menuju sebuah dunia yang lain, di mana dunia-dunia yang lain bisa hidup dan tumbuh.”

Marcos juga menekankan bahwa perjuangan terhadap keadilan tidak akan pernah berakhir. Selama masih terdapat ketidakadilan di dunia ini, revolusi akan senantiasa berlangsung. Tidak ada kata “sejarah sudah berakhir”, seperti yang senantiasa yang didengungkan oleh anti-revolusioner. Untuk itu, diperlukan imajinasi yang kuat serta keberanian untuk menentang ketidakadilan. Selama imajinasi tidak bisa ditindas, maka peluang bagi revolusi senantiasa terbuka. Revolusi harusnya dianggap sebagai kritik yang keras bagi pemerintah, dan bukannya semata-mata untuk menggulingkan kekuasaan yang sah. Sebuah sikap mental yang seharusnya dimiliki oleh semua warga bangsa di dunia untuk menjamin keadilan.

Secara keseluruhan, saya menganggap buku ini cukup layak untuk dibaca. Memberikan gagasan alternatif bagaimana seharusnya dunia ini dibangun dari sudut pandang seorang Zapatista. Sebagai sebuah tulisan dalam bahasa asing – Spanyol, penerbit memberikan terjemahan yang cukup baik ke dalam bahasa Indonesia. Dicetak dalam kertas buram impor, menambah aura yang dipancarkanya. Selayaknya kita sedang membaca coretan tangan Marcos itu sendiri. Cover yang dipilih pun sangat menggambarkan bagaimana melankolisnya seorang Marcos dan tulisannya. Sebuah kumpulan karya yang menakjubkan.

About sisusilo

I was born after we celebrate youngman promise about their commitment to this country

2 responses to “Perlawanan Memecah Keheningan”

  1. agus sujono says :

    gmana ya caranya berlangganan im2?…….

  2. antonrifco says :

    dateng aja ke im2 vendor ,, kalo jakarta di depan monas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: