Malam pertama -ku dengan LInux

Akhir – akhir ini anak-anak satu jurusan di tempatku kuliah lagi getol-getolnya eksplorasi LINUX,

maklum saja, soalnya ada mata kuliah pemrograman sistem, yang nugasin pesertanya untuk ngebuat program ngebunuh zombie….

Tentu saja, maksudnya bukan zombie pucat seperti yang ada di pelem-pelem china jadul, tapi jejak proses (sudah mati) yang masih tertinggal dan membebani sistem, yang state-nya Z itu lo.

Kebanyakan dari mereka nginstal UBUNTU (kalo prediksiku mah, mereka pada kagum ama perusahaan canonical yang support ubuntu :-))

AKhirnya, daku juga terpengaruh nginstal ubuntu di PC -ku, hal yang masih tetap kulakukan walaupun teman-teman tidak merekomendasikan untuk menginstal ubuntu pada sistem yang offline (tak ber-internet)

—-

Ternyata memang sangat merepotkan untuk ‘memakai’ ubuntu di kompie offline, soalnya default package -nya gak lengkap, bayangin aja : format-format video yang sering kutonton (seperti mp4, mpeg, avi, dkk) codec -nya belom keinstal, terus mp3 aja belom ada codec-nya, yang paling parah complier gcc yang menjadi dasar tumpuan sw open source aja gak ada.

Karena kebelet untuk menonton pelem2 dari linux, akhirnya aku cari2 installer yang bentuknya .deb untuk kebutuhanku itu di kampus. Setelah sampai di rumah, buru-buru deh nyoba untuk nginstal package2 nya.

Bodohnya aku telah menyamakan persepsiku antara OS Linux dengan convensionally Windows , kupikir package instalasi .deb itu sudah terintegrasi dengan library2 pendukungnya seperti yang terjadi pada setup.exe nya Windows. Ternyata mereka ( those .deb s) membutuhkan dependency2 eksternal yang wajib terinstal sebelum ybs diinstal.

Haaaaaaahhhhhhhhhhh !!!!!!!!!! stresss aku, bayangin aja misalnya : satu software butuh dependency a dan b, ketika ingin menginstal dependency a, ternyata ia juga butuh dependency c dan , begitu selanjutnya. REKURSIF hampir tanpa batas !

Bisa-bisa ribet kayak gini :

ipp.png

hehehehe, akhirnya aku menyerah (fufufufufufu……..), dan berniat memberangusnya !

Tapi karena aku masih cupu (peace…..!), aku gak tau gmana cara uninstall (emangnya sw windows, hehe…) nya

Setelah dicoba2, akhirnya ditemukan cara yang cukup efektif, yakni :

  • Dengan SW Partition Magic 8.0 (atau semacamnya) di windows, format bagian hard disk yang berisi linux (baik partisi utama, maupun swap partition nya)
  • Sampai saat ini, MRB dari sistem kalian bakal kacau, karena modul bootku terhapus secara paksa (pada kasus ini saya menginstal Linux setelah Windows, sehingga untuk boot nya diatur oleh modulnya Linux)
  • Untuk ngebenerin bagian MBR ini, jalankan CD Windows mu, masuk ke menu Recovery (R), lalu jalankan fungsi fixmbr
  • Sampai bagian ini, sistem-mu sudah beres

Selamat mencoba !!!

nb : Aku udah nge-burn 4 DVD untuk repository Ubuntu feisty fawn a.k.a version 7.04, bagi yang mau menebusnya dengan sejumlah uang bisa menghubungi saya lewat bagian comment (hehehehe….)

About sisusilo

I was born after we celebrate youngman promise about their commitment to this country

4 responses to “Malam pertama -ku dengan LInux”

  1. cememetrampage says :

    kak kak kak… :))
    si saia tidak terpengaruh loh ama *BUNTU
    takut buntu sualnya… mau PCLinuxOS ato GRANULAR gak?
    awa punya itu, dijamin mak nyus laaaa…
    awa pake itu n kompie di rumah dah gakada widow nya lagi😀

  2. antonrifcoyanglagimaleslogin says :

    PC LinuxOS aku juga pernah make, tapi yg liveCD, overal gak mengecewakan lah. lumayan.
    tapi, kayaknya support nya masi kurang yah😦

    kalo GRANULAR malah baru denger…

    ——
    oiya, baru2 ini nginstal MANDRAKE spring 2007 tuh,
    desktop manager BERYL nya keren…. (slrupp)

    tapi, setelah dipake agak lama, ternyata gak stabil.
    kadang2 header aplikasi nya (yg ada tombol untuk minimize, maximize, dan close itu) gak muncul, parah lah…
    mungkin karena VGA ku cupu juga sih (9250 ATi)

    minggu depan kayaknya mau coba FEDORA 7 dulu, terus vista, terus tigerOS (hehehehe…. lintas OS nih)

  3. cememetrampage says :

    maksutnya support apaan yang kurang kk?
    kalo multimedia mah hampir semua dah di support
    ogg,mp3,avi,mpg, dll. paling kalo rmvb tinggal ngambil
    package win32codec nya, ples reponya dah lengkap
    di ftp kambing (cepet lagi dunlut nya🙂 )

    kalo masalah jaringan, samba dah standard support lah
    wget,nmap, dan etcetera lah…

    bahkan berryl pun dah embedded.

    GRANULAR mirip PCLinuxOS cmn dengan theme yang lebih cantik😀

  4. cememetrampage says :

    Ubuntu is supported and developed by multimillionaire Mark Shuttleworth and his company Canonical, while PCLOS is developed by some great Linux geek fellas(Texter and ripper gang as they call themselves). I mean where is all that money being spent.

    =))

    check dis wan ot

    http://www.linuxquestions.org/questions/showthread.php?t=576550

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: