Lima hari menuju iBT – kurang persiapan :( January 4, 2009
Posted by antonrifco in Personal.Tags: ibt, testing, toefl
trackback
Mendadak
Mungkin itulah kata yang tepat untuk disematkan pada keputusan saya untuk mengikuti ujian TOEFL iBT ini.
Konon cerita, selepas lulus kuliah saya telah mempersiapkan beberapa perencanaan yang mungkin dijalankan. Semuanya saya pecah menjadi tiga bagian; Plan A, B, dan C.
Untuk idealnya, Plan A, saya ingin menjalankan aktivitas yang telah saya idam-idamkan sejak kecil, menjadi bebas (be free, seperti kata Dobby di Harry Potter 2 :p)! Mungkin pemilihan katanya kurang tepat, karena maksudnya adalah saya ingin melanjutkan kuliah di luar negeri melalui dana bea siswa. Untuk menyentuh kata bebas, tampaknya di sini perlu dilakukan inferensi sederhana. Saya ingin bebas!! Bagaimana bisa bebas, mengenal dunia yang belom pernah dijamah, memperkaya wawasan dengan orang-orang hebat di seluruh dunia. Hmmmm, namun saya tidak punya uang. Hahaha. Tidak mungkin lah ada orang yang mau membiayai kegilaan saya ini secara cuma-cuma. Maka saya ambil kedok melalui kuliah lagi, itung-itung dapet Master lah gitu
Namun, kondisi sebenarnya tidak selalu berjalan sebagaimana yang diinginkan. Hal ini membuat saya harus mencanangkan prospek lainnya. Untuk itu, jika sampai suatu ketika dimana saya melihat situasi bahwa jalur beasiswa tampak menjauh dari genggaman, ditetapkan plan B, dimana saya melihat diri sendiri dalam baluran kemeja bergaris dan celana bahan, alias menjadi kaum pekerja. Haha. Untuk yang ini pun saya masih memilih-milih (Gak mau lah saya bekerja di tempat yang jauh dari bayangan saya :p). Jika harus bekerja, pekerjaan itu harus berhubungan dengan ilmu yang saya dapatkan di kuliah. Kasian gitu loh ibu saya udah biayain capek-capek di Informatika, masa kerjanya jadi sekretaris, lagian saya kurang seksi untuk jadi itu. Haha
Nah, ini nih ultimate-nya. Kalo ternyata cari kuliah repot, dan mau kerja pun ternyata kena dampak krisis global, maka saya menetapkan plan C ini. Plan C membayangkan diri ini berada di sebuah tempat yang jauh dari kesan yang biasa ditonjolkan diri ini, santai dan semaunya. Di sini saya harus aktif dan bergerak mencari semua kemungkinan optimal yang bisa diraih, misalnya aja internship ke luar negeri kek atau gmana gitu. Salah satu yang dapat dikategorikan plan C ini adalah kesempatan yang ditawarkan AIESEC, sebuah organisasi pemudah dari kolong dunia internasional. Di situ ada tawaran internship.
Nah kalo sekarang sih masih dalam pemantauan.
Hmmmmm, kembali ke topik. Kan intinya kita mau ngomongin Testing iBT TOEFL saya tanggal 10 Januari 2009, kok jadi ngebahas yang seperti itu ya. Halah
Jadi intinya, kemaren tuh mutusin jadi apa enggaknya ikut TOEFL baru tanggal 31 Desember,untung bayarnya bisa dilakukan via website (Credit Card) jadi gak direpotkan ama libur Tahun Baru.
———–PROFILE INFORMATION———–
Name: Anton Susilo
Profile Address:
Ciremai Giri blok E 6 no. 5
Cirebon
West Java, 45142
Indonesia———–TEST ORDER SUMMARY———–
Test Name: TOEFL IBT TEST
Status: Ordered
Price: $150.00
Tax: $0.00
Order Date: 12/30/2008
Test Center Address:
BANDUNG,
40154
Indonesia
08:30 AM
———————————————————————————————————–Additional Score Recipients—–
Candidate Score Report
——————————————
Free Paper Based Score reportSubTotal: $150.00
Taxes: $0.00
Total: $150.00————————————————–







wow.. ternyata punya blog juga, ton..
hahaha
ehm..ehm…
sama saya juga mau nyoba ibt
gimana ibt nya ?
lumayan bro..
hasil 92 / 120
sedikit beruntung jg sih
hehe
sekrang saatnya memanfaatkan skor yg didapat